"selamat datang di blog saya yang sangat sederhana ini :D "

Sabtu, 02 April 2011

Mahluk hidup bisa hidup di Batuan yang Padat

Aneh sekali jika anda tahu mahluk hidup bisa hidup di Batuan yang Padat padahal kan dia perlu untuk bernapas dan sebagainya! Untuk lebih jelasnya simak saja artikelnya berikut ini:
Makhluk hidup di dalam batu padat hingga saat ini masih masuk ke dalam daftar anomali dunia yang banyak diteliti oleh para ilmuwan. Peristiwa ini menjungkirbalikkan logika biologi dan bahkan fisika. Namun bukti bahwa peristiwa ini benar-benar ada masih tersimpan rapi, yaitu sebongkah batu dengan mumi kodok didalamnya.
“Banyak sekali kisah otentik tentang penemuan kodok atau katak yang hidup di dalam batu keras.” Ungkap seorang penulis dalam Scientific American pada tahun 1890.

Lebih dari 12 Jam, Kebakaran di Pertamina Cilacap Belum Juga Padam

Lebih dari 12 Jam, Kebakaran di Pertamina Cilacap Belum Juga 
Padam
foto: Ar


Pantauan detikcom di Pertamina Cilacap, Sabtu (2/4/2011), pukul 18.15 WIB, kobaran api masih berkobar di dua tangki tersebut. Kobaran api yang sangat besar ini membuat kompleks kilang minyak tersebut masih terlihat jelas meski di malam hari.

Fenomena Hujan-Hujan Aneh Yang Pernah Terjadi

             Hujan yang lazim kita lihat dan kita kenal tentu hujan air dari langit dengan tahapan-tahapan prosesnya yang telah diketahui bersama melalui penelitian ilmiah. Selain hujan air kita juga sudah terbiasa melihat hujan batu di negeri ini ketika ada demonstrasi atau kerusuhan. Tetapi tahukah Anda bahwa ada hujan-hujan lain yang sungguh aneh tetapi nyata pernah terjadi di muka bumi ini. Bahkan para ilmuwan pun dibuat bingung. Ini bukan lelucon, tetapi benar-benar nyata.
1. Hujan darah di India
Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi, Pada saat itu, 25 Juli 2001, hujan lebat dengan air berwarna merah menghujani negara bagian Kerala di India. Hujan itu berlangsung hingga September 2001.
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.
Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.
Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.
Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.
Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.
McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.
36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.
McCafferty mengatakan, “kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.”
Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.
Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.
Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis “luar bumi”.
Mungkinkah mereka benar ?
 Hujan yang lazim kita lihat dan kita kenal tentu hujan air dari langit dengan tahapan-tahapan prosesnya yang telah diketahui bersama melalui penelitian ilmiah. Selain hujan air kita juga sudah terbiasa melihat hujan batu di negeri ini ketika ada demonstrasi atau kerusuhan. Tetapi tahukah Anda bahwa ada hujan-hujan lain yang sungguh aneh tetapi nyata pernah terjadi di muka bumi ini. Bahkan para ilmuwan pun dibuat bingung. Ini bukan lelucon, tetapi benar-benar nyata.

Cara Hindari Jerawat


Untuk minggu ini kayanya saya agak banyak memposting tentang penanggulangan jerawat karna banyak sebagian orang yang menganggap jerawat merupakan gangguan pada wajah yang susah untuk mengatasinnya, jadi berikut adalah tips-tipsnya.

             menghindari Jerawat perlu dilakukan perawatan ekstra agar kulit wajah terhindar dari musuh membandel ini. Jerawat sendiri bisa diakibatkan oleh banyak hal dan Inilah penyebab jerawat yang sering bertandang di wajah kita.

Lima Cara Alami Memerangi Jerawat Membandel




Timbulnya jerawat di wajah sering kali menganggu penampilan serta menghilangkan kepercayaan diri. Namun tak jarang, produk perawatan yang ditawarkan di pasaran tak mampu menghentikan timbulnya jerawat.


Daripada mengobati, lebih baik mencegah timbulnya jerawat tersebut dengan cara alami. Kuncinya ada di gaya hidup kita. Simak caranya dalam enam langkah yang dikutip dari Carefair.com berikut ini.

1. Perbanyak makan bawang putih
Bawang putih dapat menghancurkan bakteri merugikan di pori-pori kulit. Selain itu bawang putih juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, temasuk kulit. Sehingga timbulnya jerawat pun dapat dicegah.

2. Sinari kulit dengan matahari
Kulit memerlukan sinar matahari supaya terjaga kesehatannya sehingga sel-selnya dapat aktif secara sempurna. Biarkan kulit terkena sinar matahari pagi paling tidak 15 menit setiap harinya.

Sebuah catatan kecil

"hidup berawal dari mimpi, karna, berawal dari mimpi kita dapat mengubah dunia kita, so don't stop get your dream "

Personalize Social Messages - Sciweavers