Di
balik kandungan nutrisinya yang kaya, telur berkontribusi meningkatkan
kadar kolesterol tubuh. Ini yang kemudian memunculkan anjuran agar tak
mengonsumsi telur lebih dari empat kali seminggu.
Berdasar
penelitian terbaru di Amerika Serikat, telur merupakan salah satu menu
diet sehat yang terbukti selama beberapa dekade terakhir. Telur diklaim
bukan sebagai penyebab utama peningkatan kadar kolesterol dalam darah.
Dari
studi yang sama diketahui, telur yang diklaim rendah kolesterol justru
kaya vitamin D yang berperan dalam pembentukan tulang. Peningkatan
kolesterol lebih banyak disebabkan konsumsi lemak trans.
